Sabtu, April 29, 2017

Sesal Tak Berarti


Menyesal atau tidak, hanya dirimu yang jawab.

ketika kau mampu melihat dan merasakan hal itu
walau matamu buta mungkin tak akan ada kata penyesalan

jika mata yang sehat walafiat tak mampu melihat dan merasakan 
mungkin sesalmu kelak akan tak berguna

Kematian adalah perpindahan ketempat yang lebih mulia dan lebih baik dibanding dengan kehidupan dunia.

Namun kematian bisa merupakan musibah bagi orang yang mati tanpa membawa cukup bekal, lalu mereka menyesal dan berkata:

“Kiranya kami dikembalikan ke dunia, dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”. [Al-An’aam 27].
“Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku berbuat amal shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan”. [Al-Mu’minuun 100].

Sebenarnya semua ayat Quran bermuara pada kehidupan akhirat, tetapi banyak orang yang tidak beriman pada Al Quran, apalagi mengamalkannya.

“Ini adalah ayat-ayat Al-Quran. Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman kepadanya”. [Ar-R’ad 1].

Al-Quran menegaskan siapa yang tidak beriman pada kehidupan akhirat adalah orang yang akan merugi.

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan mereka, maka mereka bergelimang dalam kesesatan. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk di dunia, dan mereka di Akhirat adalah orang-orang yang paling merugi”. [An-Naml 4-5].

Banyak orang yang lupa, bahwa Tujuan Kehidupan di dunia ini adalah untuk mengumpulkan bekal bagi Kehidupan Akhirat, yaitu mengerjakan amal shaleh.

“Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke Dunia, kami akan mengerjakan amal shaleh”. [As-Sajdah 12].
“Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal shaleh untuk Hidupku ini”. [Al-Fajr 24].

Allah Ber-Firman:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal shaleh, niscaya Allah akan memasukkannya kedalam Surga”. [At-Thalaq 11].
InsyaAllah kita senantiasa dapat meningkatkan amal shaleh [termaktub dalam Al-Quran], agar kelak tidak ada “penyesalan yang tiada guna”. Aamiin YRA. [BRH].


** SELAMAT BER-TAHAJUD & SHALAT SUBUH **
Marilah kita berlomba-lomba mengejar surga. Semoga Allah meridloi semua amal ibadah kita di dunia dan membukakan pintu surga bagi kita.
Amin, amin YRA.


dikutip dari : al-Quran 

Kamis, April 27, 2017

Menggapai Pagi



Hidup kecil ini mungkin saja fana...
tawa hari ini mungkin saja bual belaka
bahagia pun bisa jadi sumber kesengsaraan
dalam dentum waktu singkat berbatas
mungkin saja pagi esok sirna tak berbekas...

kemanakah dikau dinda....?
perlahan kau samar, kabur dan tak terlihat
mungkinkah dikau temukan pagi dengan matahari paling terang
atau lautan merah dengan segala kesedihan dan kegersangannya...

Jangan kau sesali wahai dinda....
kesombongan akan membuat diri buta
kerangkeng kehidupan ini kan terlihat luas dengan segala keterbatasannya
sebelum semua terlambat terikat waktu
wahai dinda bangun dan cobalah kembali dalam kesederhanaan
yang akan membuatmu tak pernah takut terhadap lahapan waktu..

kuajak kau wahai dinda
melihat indahnya langit malam menyongsong pagi
dengan kesucian air yang selalu saja sudi
membersihkan hati dan raga yang telah rapuh ini
menggapai pagi dengan kemurahan sang kalbu
ditemani sederhana dan kemurahan hati
seakan melihat langit yang lebih luas tanpa batas

kemarilah dinda...
berjalanlah bersamaku melewati tapak hidup ini
genggam tanganku erat dan tataplah pundak sederhana ini
jika kau berasa sudi berlarilah bersamaku
kesempuranaan bukan milik kita
namun kebahagiaan sejati
mungkin saja takdir kita
antara gelap malam menunggu pagi.







Selasa, April 25, 2017

Menunggu Karma

Dalam Lamunan
Ku Terkejut dan Terdiam
Mata yang Setengah Terbuka
Berat Menatap Kenyataan
Serasa Telah Tertinggal Bermil-mil Jauhnya....

Dalam Khayalan
ku Tersentak menuju kenyataan
Menegakkan Kepala yang Tertunduk di kedalaman
Mata Yang Perlahan Terbuka Sepenuhnya
Ku Harus Berlari Lebih Kencang dari Biasanya...
Mengejar Ketertinggalan dengan Cara Yang Berbeda...

Dalam Harapan
Ku merajut kembali diri yang usang
Membersihkan segala pandangan kabur masa depan
Mencoba berlari lebih cepat dari biasanya
berharap ku tak diam
melihat jiwa yang dilahap perlahan oleh keputusasaan...

Dalam Doa
Ku tadahkan kembali tangan yang dulu beku
ku ratapi segala lubang hitam masa lalu
berharap sang penguasa sekaligus pencipta
membebaskan jiwa dari lubang hitam dengan segala gravitasinya....
melepaskan belenggu gelap terlihat  tak berujung..

Dalam Masa Depan
Seakan melihat diri terbang cepat menyalip segalanya
Ketertinggalan dulu terbalaskan dengan cara yang berbeda
Senyum yang mati telah merekah melebar memanjang
Harapan tak akan pernah sia-sia
Selama Perjuangan ini tak membeku oleh waktu...

Dalam Keterbatasan
Engkau  atur segala apa yang tak ku tahu
Kuharap dia lebih baik dari biasanya
Tapi janganlah lengah
Sesuatu yang hidup akan mati
Mata yang terbuka pasti akan tertutup
Tak ada Kegelapan yang bertahan selamanya
Segala kejahatan dan kegelapan akan dihakimi sepantasnya
Tunggulah karma
karena itu kepastian sang penguasa..



By Fahmi Fadillah
Luppiespy

Selasa, April 18, 2017

Terbang Tinggi

Manusia itu bermacam-macam dan unik.
begitupula saat ku bertemu denganmu dulu.
bagai burung pipit lemah yang terkurung dalam sangkar
sayap yang patah membuatmu selalu menatap langit.
menggambarkan begitu banyak cerita yang kau khayalkan
dalam lembaran memorimu.

kan ku deskripsikan dirimu berbentuk  kata-kata
cita-citamu yang terlihat besar membentang terhampar
perasaanmu terlalu kuat terhadap apa yang burung lain rasakan
sedangkan sayapmu sendiri masih terkulai lemah dan patah
yang terkadang ku khawatir itu kelak akan menyakitimu.

suara hatimu berbicara mendetak jantung ini
menggambarkan kaulah yang terpolos
dari manusia yang kutemui terdahulu
namun itu tak selalu menghasilkan sesuatu yang baik
yang terkadang ku khawatir itu kelak akan menyakitimu.

kuajarkan sedikit pengetahuanku tentang dunia
segala keunikan yang kuajarkan dengan berbagai tanda tanya
berharap kau paham dan selalu menjaga diri
dari segala serigala-serigala pemangsa tak berhati
lega lah diri ketika kelak kau paham semua maksud ini

bagaikan pisau bermata dua
kau anggap ku penyelamat sayapmu
tapi bagiku, aku hanya penghambat kau tuh mengangkasa
bisa saja ku menemanimu terbang
namun bisa saja ku langsung jatuh
dan bisa memberatkanmu untuk tak terbang lagi

seperti kaki sudah siap untuk melangkah
kepakan sayap yang siap untuk terbang tinggi
tapi ku yakin kau tak'kan terbang
selama kau dalam sangkar usang ini

karena akulah sangkar itu
tempatmu berlindung waktu lemah dulu
perlindungan tak kau butuhkan lagi
kau sudah siap tuk gapai segala cita dan cinta sejatimu


terbanglah tinggi
hingga mata ini tak sanggup melihatmu lagi
tak mencium aromamu lagi
dan tak merasakan keberadaanmu lagi


mungkin ku tak bisa terbang sepertimu
tapi melihatmu terbang menjauh
semakin terlihat rasa kebahagiaanmu
yang samar namun semakin jelas
membuatku merasa berbahagia pula
merasakan keberhasilan yang mengalir luar biasa.

sangkar ini akan berkarat di temani hujan
atau rapuh tersapu pelan oleh angin
mungkin membeku ditelan dingin malam
atau semakin usang termakan waktu
tetap tak akan menghapuskan rasa bangga yang terlampau besar ini
kepadamu

walau kau tak akan pernah kembali
ku hanya berharap kau kan ceritakan
tentangku....
di dunia baru yang jauh lebih hangat
saat kau bahagia
ingat dan ceritakanlah
tentang kisah kepahlawananku









line id:luppiespy
FB:luppiespy
email:luppiespy@gmail.com







Senin, April 17, 2017

Eps 1 : Suara hati

Assalamualaikum Wr WB
Semoga Rahmat dan  Kesehatan Selalu menyertai kalian

Sebelum bercerita pertama-tama terimakasih banyak buat viewer blog ini
yang tembus 2k :D

# BERHUJAN HARAP #

Episode 1

Suara Hati 


mari kita ceritakan cerita yang betul- betul menyedihkan
hanya penyesalan dan rasa sakit yang tak berujung...

##
Matahari lumayan terik di paris pagi ini,  kulihat jam arlojiku menunjukan pukul 13.05 waktu indonesia bagian timur, ternyata  jam pun lupa di atur karena terburu-buru dikarenakan agenda paling penting dalam hidupku pagi ini akan dimulai
Oh ya ku orang indonesia ku biasa di panggil uppi panggilan akrabku ini sudah menjalar bahkan mereka teman dekatku tidak mempedulikan nama asliku.terserahlah apa maunya
oke kembali ke teriknya pagi di paris, dari kejauhan ku melihat bis merah terang di pinggi jalan,  ku kejar bis itu sekencang mungkin, langkah kakiku bagaikan usain bolt kencangnya, terlihat  berapa meter jarak ku dan bis, terlihat supir sudah gerasak gerusuk hendak mengoprasikan bis itu seakan dia tak mau bisnya ku tumpangin....
ku harus berada di marseille pada pukul 17.00 waktu paris atau 24.00 waktu arlojiku dengan secepat kilat ku berlari kencang menembus angin seakan melupakan keindahan lingkup ruang jalan-jalan di paris.
ku tanjakan kaki kananku di badan bis dan segera ku tempatkan kartuku di alat scanner bis terlihat wajah pengemudi bis yang masih mengatur segala keperluan mengantarkan ku ke pertualangan berikutnya...
ku ingat ada sekitar 10 orang yang berada dalam bis ini bertujuan yang sama denganku ke marseille
kota yang pagi ini terlihat begitu teratur berbeda dengan ibu kota di negaraku yang carut marut terlihat orang lalu lalang mulai menjalankan aktivitas kesehariannya,
ku bertanya pada supir tepat 2 kursi di depanku dengan pelan " combien de temps il faut pour atteindre la stasion " berapa lama bis ini mencapai station, aku pun ragu apakah bahasa yang kuucapkan sudah benar, tapi sepertinya dia paham mengangguk " 1 heure, père " ternyata 1 jam lalu kuucapkan merci padanya  ku duduk di bagian kanan dari sisi bis, lalu ku buka buku agendaku banyak coretan-coretan dalam secarik kertasnya menandakan betapa serunya perjalanan ini
semoga pertualangan ku ini berjalan lancar umpat hatiku.....

1 jam berlalu ku telah sampai di stasiun ternama di paris "Gare d'Avignon-Centre" megah dan penuh dengan gaya eropa itulah deskripsi yang kupikirkan ketika melihat stasiun ini,
ku persiapkan segala kebutuhanku menuju marseille ku mengambil jalur 8 pada statiun itu memasuki kereta api artristik ala masa renaissance paris, berapa menit ku menunggu sambil mengingat apa yang telah terjadi di bandung 6 bulan lalu, serasa tidak menyangka ku bisa berada sejauh ini. terompet gagah kereta api membuat ku terkaget terbangun dalam lamunan, kereta api berjalan perlahan meninggalkan stasiun dan paris. Suara khas kereta api mulai terdengar, dan terlihat banyak aktivitas dalam kereta api ini dari yang tidur sampai yang tertawa terbahak-bahak berbahasa prancis ada pula yang berbahasa inggris, namun ekspresiku tetap datar, masih gugup apakah sempat dalam hati berbicara......

perjalanan 3 jam kurang lebih mengantarkan ku ke kota marseille kota yang cukup indah dengan pohon-pohon berbunga merah di sisi jalannya lautan yang merupakan maskot kota ini melukiskan kedamaian dalam aktivitasnya, menghilangkan tatapan yang penuh kagum, segera tersadar " bukan waktunya untuk terpana" mari lanjutkan ke kota selanjutnya ke Nice tempat pertualangan kami bermula, sebenarnya tempat kemalangan ini bermula ...

Segera ku percepat langkah dari stasion kereta untuk segera menaiki bis menuju kota nice, bis yang kutumpangi terlihat unik dari yang lain mungkin ini yang terbaik dalam hatiku mengumpat ku buka pintu bis itu dan terlihat wajah ramah sang supir dan ku bertanya apakah bis ini menuju nice dan supir mengangguk, ku lanjutkan langkah kakiku ke lantai 2 bis kuambil sisi kanan bis berencana menikmati perjalanan melihat pemandangan lautan, karena memang rute bis ini banyak melewati pergunungan, tempat yang pas melihat lautan dari ketinggian

aliran AC bis membuat mata ini melemah di temani pemandangan indah dan desis manusia yang berbicara, terlelap lah sudah tak kuasa menahan beban ini mengakui kelemahan manusia kemudian hilang lah kesadaran ini.
.....
.....
.....
Terkejut
Tersentak
Panik

bis yang kami tumpangi terbalik ke jurang, seakan semua melambat orang-orang menangis berteriak tak karuan ku hanya terdiam "APA INI...Apa-apaan ini......mengapa ini terjadi apakah ini akhirnya dari kehidupan dan  aku masih setengah jalan dan bis itu menabrakan keras pada dinding jurang
dan entahlah semua gelap ku pun tak tau aku dimana atau apakah aku sudah mati...




Mataku perlahan terbuka, terang cahaya memasuki pupil mata, penglihatan yang betul2 kabur namun perlahan terlihat jelas. "aku dimana" pertanyaan ini muncul berulang-ulang dalam pikiranku namun tiba-tiba orang-orang dengan segera berlari kearahku berteriak "dia siuman" berulang

tampak orang yang terlihat seperti dokter, dukun atau apalah namanya bertanya bagaimana kabarmu nak baik?  dengan logat jerman kental dan ku tetap diam lalu di katakannya lah kau di temukan warga hanyut hingga ke pesisir pantai dan belum sempat ku merekam semua karena bahasa prancis yang terlalu sulit untuk di terjemahkan dia kembali bertanya siapa namamu dan aku terdiam
lalu ku gelengkan kepalaku pertanda ku tak mengerti apa yang diucapkan dokter ini, dan orang2 berbicara ribut kompak mengatakan loepp namun ku tak tahu bahasa apa itu, terlalu banyak berpikir hanya membuat kepalaku sakit

disinilah permulaan itu terjadi, keanehan yang aneh terjadi pada diriku ku tiba-tiba  kumendengar suara hati manusia yang ada di sekitarku dengan bahasa yang tak kumengerti dan berbarengan saat itu juga tiba-tiba jantungku terasa sakit, sakitnya betul-betul liar terasa tertusuk tak tertahankan sehingga ku pingsan dan kembali takluk dalam ketidakberdayaan

ku siuman kembali, Orang2 bergegas datang memanggil-manggil loepp kemudian mengerumuniku begitu juga kulihat teman2ku yang tiba2 ada di sampingku.. kaget berampur lega terasa melihat teman2ku telah datang entah bagaimana caranya.
perlahan ku gerakan bibirku mencoba mengeluarkan kata-kata lalu ku bertanya dengan suara pelan "apa itu loepp" dengan sigap dan cepat dian menjawabku, dia salah satu temanku yang paling tenang dan pintar,  anak perempuan satu-satunya dari 3 bersaudara keturunan betawi dia menjawab pelan mendekatkannya mulutnya di telingaku dan berkata "loepp itu orang yang tak punya nama" lalu ku bertanya bahasa apa itu dia menjawab pelan "bahasa daerah yang tak akan kau temukan di kamus manapun".
lalu temanku di sisi kanan memanggilku dia adalah jaka teman terbaikku semenjak kecil orang yang simpel dan bersahaja keturunan asli banjar  "uppie bagaimana kabarmu " baik ku katakan dengan pelan baguslah setidaknya kamu tak hilang ingatan kan luppie!! temanku dari atas menyambarku, nah dialah teman yang paling ribut paling cerewet dan dia juga yang memanggilku uppie pertama kali, ya dia anak ke 2 dari dua bersaudara dengan kembar identik keturunan sunda asli namun saudara perempuannya telah lama meninggal akibat penyakit kangker ganas setahun silam, ku tiba2 protes " kemarin kau panggil ku uppie sekarang kau panggil ku luppie " sambil ku silangkan tanganku di dadaku dia tiba-tiba tertawa dan menjelaskan bahwa bahwa luppie adalah dari kata loeep dan uppie yang berarti uppie yang hilang.....memanknya berapa lama ku hilang ku tertawa bercanda dan dian berbisik 3 bulan, candaanku berubah tiba-tiba "yang benar saja dian" memaknya kau pernah liat ku berbohong apa? balas dian ketus kepadaku, oke2 sekarang ada dimana kita di nice atau marseille?
jaka membalas lantang kita di Königsdorf (koengdisroef) jerman
ku terdiam seribu bahasa bagaimana bisa dan dimulailah cerita tentang suara-suara aneh yang tak pernah orang dengar selain aku dan setiap suara itu terdengar jantungku mulai terbakar tertusuk pedih

ini Karunia Atau Karma





Episode 2
Königsdorf (coming soon)

Rabu, April 12, 2017

Tertahan Janji


terhampar kiasan kata melangkah
terpaku melihat laju elang...
memecah angin hangat berhamburan...
cerah matahari mengalir 
tiupkan kehidupan dalam setiap helai dedaunan...

sedikit iri dan berangan-angan...
dapat berlari sejauh mata memandang
menyelam menemani dalam samudera
memegang dan berlari kecil sepanjang jalan taman...

namun tetap saja mataku terpaku ke langit
kaki yang mulai beku untuk melangkah
pertualangan fiksi penuh bualan..
tertahan tak bisa pergi lagi

janji ini
menahan langkahku
biarkanlah kisah sedih ini bercerita
menunggu janji ini.
agar meleleh dimakan waktu...



#Berhujan Harap
Artikel ini Bebas untuk semua
tidak perlu ijin thanks
karena mail akun ini sudah penuh
:D

Senin, April 03, 2017

Berlutut Pada Jarak

Terik Matahari Membakar Langkah Perlahan...
Tatapan yang Tertatih menatap Raja Panas alam Semesta....
Seberapa jauh Jarak memisahkan kita wahai raja....
Walau Terasa Jauh...
tetap terasa jiwa yang terbakar oleh sang raja...
mengapa kau tak berlutut Pada jarak...
atau akukah yang mulai lemah berpacu
dalam keputusasaan....

Hembusan Angin Lancar berlayar
mengaliri lapisan perasa yang tipis
menemani jiwa yang terkadang terperangkap kaku dalam renungan...
Dimana kau wahai angin yang samar tak terlihat mata...
mengapa kau yang tak terekam masih menyejukan hati ini
menghempaskan jarak yang jauh.
enggan berlutut seolah menertawakan sang jarak....
atau akukah yang mulai hilang rasa
melupakan segala kenangan membuatnya terkubur
dalam jarak yang tak berbatas...

bukan menggambarkan bukti bahwa manusia itu lemah
bukan melukiskan kerapuhan sang khalifah dunia
hanya menjelaskan besarnya tekanan...
melahap perlahan rasa percaya
menebar rasa takut akan waktu
dan perlahan lupa dan hilang selamanya....

mungkin saja hatimu begitu..
Tapi ku berharap kau berdiri tegak sekokoh surya semesta
pancarkan pesona tak berbatas
dan bertahan walau tak terlihat
meski perih tak tertahan
ikhlasmulah yang berbekas dalam waktu


akan selalu ada senyumanku di seberang jalan..



Terinspirasi dari hukum kepler 1-3
dan beberapa peristiwa nyata tentang jarak dan waktu

#berhujan harap
#chapter 22