Pos

Menampilkan pos dari April, 2017

Sesal Tak Berarti

Gambar
Menyesal atau tidak, hanya dirimu yang jawab.

ketika kau mampu melihat dan merasakan hal itu
walau matamu buta mungkin tak akan ada kata penyesalan

jika mata yang sehat walafiat tak mampu melihat dan merasakan 
mungkin sesalmu kelak akan tak berguna

Kematian adalah perpindahan ketempat yang lebih mulia dan lebih baik dibanding dengan kehidupan dunia.

Namun kematian bisa merupakan musibah bagi orang yang mati tanpa membawa cukup bekal, lalu mereka menyesal dan berkata:

“Kiranya kami dikembalikan ke dunia, dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”. [Al-An’aam 27].
“Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku berbuat amal shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan”. [Al-Mu’minuun 100].

Sebenarnya semua ayat Quran bermuara pada kehidupan akhirat, tetapi banyak orang yang tidak beriman pada Al Quran, apalagi mengamalkannya.

“Ini adalah ayat-ayat Al-Quran. Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar, akan tetapi kebanyakan manusia …

Menggapai Pagi

Gambar
Hidup kecil ini mungkin saja fana...
tawa hari ini mungkin saja bual belaka
bahagia pun bisa jadi sumber kesengsaraan
dalam dentum waktu singkat berbatas
mungkin saja pagi esok sirna tak berbekas...

kemanakah dikau dinda....?
perlahan kau samar, kabur dan tak terlihat
mungkinkah dikau temukan pagi dengan matahari paling terang
atau lautan merah dengan segala kesedihan dan kegersangannya...

Jangan kau sesali wahai dinda....
kesombongan akan membuat diri buta
kerangkeng kehidupan ini kan terlihat luas dengan segala keterbatasannya
sebelum semua terlambat terikat waktu
wahai dinda bangun dan cobalah kembali dalam kesederhanaan
yang akan membuatmu tak pernah takut terhadap lahapan waktu..

kuajak kau wahai dinda
melihat indahnya langit malam menyongsong pagi
dengan kesucian air yang selalu saja sudi
membersihkan hati dan raga yang telah rapuh ini
menggapai pagi dengan kemurahan sang kalbu
ditemani sederhana dan kemurahan hati
seakan melihat langit yang lebih luas tanpa batas

kemarilah din…

Menunggu Karma

Gambar
Dalam Lamunan
Ku Terkejut dan Terdiam
Mata yang Setengah Terbuka
Berat Menatap Kenyataan
Serasa Telah Tertinggal Bermil-mil Jauhnya....

Dalam Khayalan
ku Tersentak menuju kenyataan
Menegakkan Kepala yang Tertunduk di kedalaman
Mata Yang Perlahan Terbuka Sepenuhnya
Ku Harus Berlari Lebih Kencang dari Biasanya...
Mengejar Ketertinggalan dengan Cara Yang Berbeda...

Dalam Harapan
Ku merajut kembali diri yang usang
Membersihkan segala pandangan kabur masa depan
Mencoba berlari lebih cepat dari biasanya
berharap ku tak diam
melihat jiwa yang dilahap perlahan oleh keputusasaan...

Dalam Doa
Ku tadahkan kembali tangan yang dulu beku
ku ratapi segala lubang hitam masa lalu
berharap sang penguasa sekaligus pencipta
membebaskan jiwa dari lubang hitam dengan segala gravitasinya....
melepaskan belenggu gelap terlihat  tak berujung..

Dalam Masa Depan
Seakan melihat diri terbang cepat menyalip segalanya
Ketertinggalan dulu terbalaskan dengan cara yang berbeda
Senyum yang mati telah merekah melebar m…

Terbang Tinggi

Gambar
Manusia itu bermacam-macam dan unik.
begitupula saat ku bertemu denganmu dulu.
bagai burung pipit lemah yang terkurung dalam sangkar
sayap yang patah membuatmu selalu menatap langit.
menggambarkan begitu banyak cerita yang kau khayalkan
dalam lembaran memorimu.

kan ku deskripsikan dirimu berbentuk  kata-kata
cita-citamu yang terlihat besar membentang terhampar
perasaanmu terlalu kuat terhadap apa yang burung lain rasakan
sedangkan sayapmu sendiri masih terkulai lemah dan patah
yang terkadang ku khawatir itu kelak akan menyakitimu.

suara hatimu berbicara mendetak jantung ini
menggambarkan kaulah yang terpolos
dari manusia yang kutemui terdahulu
namun itu tak selalu menghasilkan sesuatu yang baik
yang terkadang ku khawatir itu kelak akan menyakitimu.

kuajarkan sedikit pengetahuanku tentang dunia
segala keunikan yang kuajarkan dengan berbagai tanda tanya
berharap kau paham dan selalu menjaga diri
dari segala serigala-serigala pemangsa tak berhati
lega lah diri ketika kelak kau paham sem…

Eps 1 : Suara hati

Gambar
Assalamualaikum Wr WB
Semoga Rahmat dan  Kesehatan Selalu menyertai kalian

Sebelum bercerita pertama-tama terimakasih banyak buat viewer blog ini
yang tembus 2k :D

# BERHUJAN HARAP #

Episode 1

Suara Hati 


mari kita ceritakan cerita yang betul- betul menyedihkan
hanya penyesalan dan rasa sakit yang tak berujung...

##
Matahari lumayan terik di paris pagi ini,  kulihat jam arlojiku menunjukan pukul 13.05 waktu indonesia bagian timur, ternyata  jam pun lupa di atur karena terburu-buru dikarenakan agenda paling penting dalam hidupku pagi ini akan dimulai
Oh ya ku orang indonesia ku biasa di panggil uppi panggilan akrabku ini sudah menjalar bahkan mereka teman dekatku tidak mempedulikan nama asliku.terserahlah apa maunya
oke kembali ke teriknya pagi di paris, dari kejauhan ku melihat bis merah terang di pinggi jalan,  ku kejar bis itu sekencang mungkin, langkah kakiku bagaikan usain bolt kencangnya, terlihat  berapa meter jarak ku dan bis, terlihat supir sudah gerasak gerusuk hendak mengopra…

Tertahan Janji

Gambar
terhampar kiasan kata melangkah terpaku melihat laju elang... memecah angin hangat berhamburan... cerah matahari mengalir  tiupkan kehidupan dalam setiap helai dedaunan...
sedikit iri dan berangan-angan... dapat berlari sejauh mata memandang menyelam menemani dalam samudera memegang dan berlari kecil sepanjang jalan taman...
namun tetap saja mataku terpaku ke langit kaki yang mulai beku untuk melangkah pertualangan fiksi penuh bualan.. tertahan tak bisa pergi lagi
janji ini menahan langkahku biarkanlah kisah sedih ini bercerita menunggu janji ini. agar meleleh dimakan waktu...


#Berhujan Harap Artikel ini Bebas untuk semua tidak perlu ijin thanks
karena mail akun ini sudah penuh
:D

Berlutut Pada Jarak

Gambar
Terik Matahari Membakar Langkah Perlahan...
Tatapan yang Tertatih menatap Raja Panas alam Semesta....
Seberapa jauh Jarak memisahkan kita wahai raja....
Walau Terasa Jauh...
tetap terasa jiwa yang terbakar oleh sang raja...
mengapa kau tak berlutut Pada jarak...
atau akukah yang mulai lemah berpacu
dalam keputusasaan....

Hembusan Angin Lancar berlayar
mengaliri lapisan perasa yang tipis
menemani jiwa yang terkadang terperangkap kaku dalam renungan...
Dimana kau wahai angin yang samar tak terlihat mata...
mengapa kau yang tak terekam masih menyejukan hati ini
menghempaskan jarak yang jauh.
enggan berlutut seolah menertawakan sang jarak....
atau akukah yang mulai hilang rasa
melupakan segala kenangan membuatnya terkubur
dalam jarak yang tak berbatas...

bukan menggambarkan bukti bahwa manusia itu lemah
bukan melukiskan kerapuhan sang khalifah dunia
hanya menjelaskan besarnya tekanan...
melahap perlahan rasa percaya
menebar rasa takut akan waktu
dan perlahan lupa dan hilang selamanya....