Minggu, Juli 26, 2009

5 Langkah Cegah Kanker Payudara


Kanker, ketika ditemukan dalam tahap awal memiliki kemungkinan besar untuk sembuh. Namun, seperti ujar-ujar, lebih baik mencegah daripada mengobati, tak pernah salah. Berikut adalah cara mencegah kanker payudara agar tak menggerogoti hidup Anda dan wanita lain yang Anda kasihi.

1. Hindari minuman beralkohol
Konsumsi alkohol, bahkan hanya sedikit ditengarai bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Banyak dokter merekomendasikan untuk menjauhi minuman anggur, bir, dan minuman keras lainnya. Sebuah studi menunjukkan adanya hubungan antara minuman keras dengan kanker payudara.

2. Berolahraga setidaknya 3 kali seminggu (lebih sering, lebih baik)
Ketika Anda berolahraga, usahakan untuk menjaga tingkat detak jantung di atas garis dasar setidaknya 20 menit secara terus menerus. Jalan santai yang lama juga baik, namun olahraga keras (yang berkeringat) yang bisa membantu jantung Anda lebih sehat sekaligus mengurangi risiko kanker.

3. Pertahankan berat tubuh, kurangi berat tubuh jika berat Anda lebih dari normal
Bagi orang yang kelebihan berat tubuh, atau obesitas, apalagi untuk wanita yang sudah memasuki menopause, risiko kanker payudara akan meningkat, apalagi jika Anda mengalami kenaikan berat badan yang signifikan ketika sudah dewasa.

Sebuah studi yang dirilis bulan Maret 2008 dari para peneliti di University of Texas M.D. Anderson Cancer Center di Houston memperoleh temuan menarik. Wanita dengan kondisi obesitas dan kelebihan berat badan memiliki tingkat keselamatan dari kanker payudara lebih rendah dari yang berat badannya normal. Wanita dengan kondisi tersebut juga memiliki kemungkinan terkena penyakit agresif lainnya ketimbang wanita dengan berat badan rata-rata, maupun wanita kurus.

4. Rajin melakukan cek kanker payudara sendiri
Pastikan Anda mendapatkan instruksi yang jelas dan cukup dari dokter Anda mengenai cara dan teknik mengecek kanker payudara sendiri. Anda mungkin bisa mendapati benjolan sebelum cek mamogram, dan adalah ide yang baik untuk bisa mengikuti perubahan yang terjadi pada tubuh Anda.

5. Untuk yang berusia di atas 40 tahun, usahakan untuk mamogram setahun sekali
Mendapati tumor di tahap awal, ketika masih kecil menumbuhkan kemungkinan keselamatan secara signifikan. Tingkat kesembuhan bisa mencapai 98 persen untuk tahap awal, namun kemungkinan kesembuhan hanya berkisar 27 persen jika tingkatannya sudah tinggi dan besar.

sumber: health, kompas.com

Mewarnai Rambut Bisa Bikin Kanker?


Mewarnai rambut bisa dilakukan untuk menyamarkan uban. Namun, benarkah pewarna rambut bisa menyebabkan kanker?

Sesungguhnya, para peneliti sendiri masih belum sepakat mengenai hal ini. Beberapa zat kimiawi yang terdapat dalam pewarna rambut diduga memang bisa terserap melalui kulit kepala. Daerah ini memiliki begitu banyak pembuluh darah, yang nantinya akan mengalirkan zat kimiawi ini ke bagian tubuh lainnya. Ada baiknya memang Anda mewaspadai bahaya ini. Apalagi jika termasuk orang yang sering mewarnai rambut untuk mengubah penampilan.

Agar tetap aman, ada baiknya Anda menghindari pewarna rambut yang sifatnya semipermanen dan permanen. Menurut laporan terakhir, pewarna rambut jenis ini ternyata berpotensi menimbulkan kanker apabila terlalu sering digunakan. Bahkan, ada penelitian yang memperlihatkan bahwa para penata rambut yang sering menggunakan dua jenis pewarna ini pada pelanggannya kemungkinan akan membuat sang pelanggan terkena kanker kandung kemih. Kabar baiknya: sampai sekarang belum ada bukti yang konsisten bahwa penggunaan pewarna rambut rumahan bisa meningkatkan risiko kanker. Tinjauan atas berbagai jenis studi yang dimuat dalam jurnal Cancer Causes & Control sendiri menyimpulkan tidak adanya hubungan langsung antara penggunaan pewarna rambut secara individual dengan kanker kandung kemih.

Apa pun risikonya, yang jelas ancaman penyakit akibat pemakaian pewarna rambut masih bisa dibilang kecil. Meski demikian, Anda bisa menggunakan pewarna rambut yang sifatnya alami. Pewarna seperti itu bahannya berasal dari tanaman, seperti pewarna henna.

sumber: kompas.com

Jangan Remehkan Sakit Kepala


Penyebab serangan sakit kepala yang Anda alami bukan hanya berasal dari suara bising atau stres karena deadline pekerjaan. Ada beberapa penyebab serangan sakit kepala. Anda bisa menghindarinya dengan mengetahui apa saja penyebabnya.

1. Kecemasan
Ketika Anda merasa cemas yang ekstrim, Anda akan cenderung merasakan sakit kepala.

2. Cahaya Silau
Relaksasikan mata Anda. Cahaya yang terlalu menyilaukan baik dari paparan sinar matahari, cahay lampu, hingga monitor TV atau komputer menyebabkan tekanan pada otot mata Anda, sehingga menyebabkan sakit kepala.

3. Pola Tidur dan Makan
Beri perhatian tentang kapan Anda harus makan dan kapan Anda harus tidur. Melewatkan makan pagi atau berpuasa tanpa adanya persiapan bisa menyebabkan Anda sakit kepala. Terutama bagi Anda yang memutuskan untuk tidak mengonsumsi apapun dan tidur kurang atau lebih dari 7-9 jam perhari. Pola tidur Anda, termasuk tidur siang, sangat penting.

4. Obat-obatan
Beberapa pengobatan yang Anda lakukan bisa menjadi serangan potensial bagi Anda untuk terkena sakit kepala. Jika Anda merasa sakit kepala yang Anda rasakan sebagai efek samping pengobatan sangat mengganggu, tanyakan dokter Anda untuk mengganti obat tanpa atau dengan efek samping yang lebih ringan.

5. Aktivitas Fisik
Betapa latihan fisik yang berat dapat membuat otot di kepala, leher, dan bahkan kulit kepala membutuhkan darah lebih untuk sirkulasi. Hal ini dapat membuat pembuluh darah Anda membengkak. Hal inilah yang disebut dengan sakit kepala exertional.

6. Hormon
Untuk wanita yang sedang mengalami siklus haid, sakit kepala dan migrain merupakan hal yang berkaitan dengan tingkat hormon estrogen di dalam tubuh. Jika hormon estrogen dalam tubuh Anda fluktuatif, maka kemungkinan diserang sakit kepala akan terjadi pada Anda.

sumber: mediaindonesia.com

Bangkitkan Minat Baca Kita


SETIAP tanggal 17 Mei kita peringati sebagai Hari Buku Nasional. Memang, pamor momentum tersebut kalah jika dibandingkan dengan momentum lainnya, seperti Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) atau Hari Kebangkitan Nasional (21 Mei). Itu disebabkan banyak faktor, salah satunya ialah karena buku dan aktivitas yang terkait dengannya, seperti membaca dan menulis, tidak begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia. Benarkah?

Semasa penulis duduk di bangku sekolah, ada satu ungkapan menarik yang sering diungkapkan oleh guru-guru. Yaitu, ungkapan “membaca adalah kunci ilmu, sedangkan gudangnya ilmu adalah buku.” Sepintas ungkapan itu sederhana, namun di dalamnya terkandung makna penting. Bahwa membaca (iqra) ternyata merupakan perintah Allah Swt kepada seluruh umat manusia, sebagaimana tertuang dalam QS Al-Alaq [96] ayat 1-5. 

Yakni, “Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” Dengan begitu, berkat membaca kelak kita bisa lebih mengenal Allah Swt. Tak hanya itu, kita juga bisa mengenal alam semesta dan diri sendiri.

Nah, bagaimana kondisi minat baca di Indonesia? Dengan berat hati kita katakan, minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Itu terlihat dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2006. Bahwa, masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Orang lebih memilih menonton TV (85,9%) dan/atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5%) (www.bps.go.id).

Data lainnya, misalnya International Association for Evaluation of Educational (IEA). Tahun 1992, IAE melakukan riset tentang kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar (SD) kelas IV 30 negara di dunia. Kesimpulan dari riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia menempatkan urutan ke-29. Angka-angka itu menggambarkan betapa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak SD.

Padahal, jika dikaitkan dengan perintah Allah Swt di atas, seharusnya bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam mampu melakukan aktivitas membaca. Apa pasal? Sebab, aktivitas membaca merupakan suatu perintah dari Allah Swt melalui Alquran. Jadi, aktivitas membaca bisa dianggap sebuah kewajiban bagi setiap manusia. Hanya saja, dalam realitasnya aktivitas tersebut tidak gampang diwujudkan.

Ada banyak faktor yang menyebabkan kemampuan membaca anak-anak Indonesia tergolong rendah. Pertama, ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan dengan buku-buku yang bermutu dan memadai. Bisa dibayangkan, bagaimana aktivitas membaca anak-anak kita tanpa adanya buku-buku bermutu. Untuk itulah, ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan dengan buku-buku bermutu menjadi suatu keniscayaan bagi kita.

Dengan kata lain, ketersediaan bahan bacaan memungkinkan tiap orang dan/atau anak-anak untuk memilih apa yang sesuai dengan minat dan kepentingannya. Dari situlah, tumbuh harapan bahwa masyarakat kita akan semakin mencintai bahan bacaan. Implikasinya, taraf kecerdasan masyarakat akan kian meningkat; dan oleh karena itu isyarat baik bagi sebuah kerja perbaikan mutu perikehidupan suatu masyarakat.

Kedua, banyaknya keluarga di Indonesia yang belum mentradisikan kegiatan membaca. Padahal, jika ingin menciptakan anak-anak yang memiliki pikiran luas dan baik akhlaknya, mau tidak mau kegiatan membaca perlu ditanamkan sejak dini. Bahkan, Fauzil Adhim dalam bukunya Membuat Anak Gila Membaca (2007) mengatakan, bahwa semestinya memperkenalkan membaca kepada anak-anak sejak usia 0-2 tahun. Apa pasal?

Sebab, pada masa 0-2 tahun perkembangan otak anak amat pesat (80% kapasitas otak manusia dibentuk pada periode dua tahun pertama) dan amat reseptif (gampang menyerap apa saja dengan memori yang kuat). Bila sejak usia 0-2 tahun sudah dikenalkan dengan membaca, kelak mereka akan memiliki minat baca yang tinggi. Dalam menyerap informasi baru, mereka akan lebih enjoy membaca buku ketimbang menonton TV atau mendengarkan radio.

Namun, apa sajakah usaha-usaha yang perlu dilakukan guna menumbuhkan minat baca anak-anak sejak dini? Dalam buku Make Everything Well, khusus bab “Menciptakan Keluarga Sukses” (2005), Mustofa W Hasyim menganjurkan agar tiap keluarga memiliki perpustakaan keluarga. Sehingga perpustakaan bisa dijadikan sebagai tempat yang menyenangkan ketika ngumpul bersama istri dan anak-anak.

Di samping itu, orangtua juga perlu menetapkan jam wajib baca. Tiap anggota keluarga, baik orangtua maupun anak-anak diminta untuk mematuhinya. Di tengah kesibukan di luar rumah, semestinya orangtua menyisihkan waktunya untuk membaca buku, atau sekadar menemani anak-anaknya membaca buku. Dengan begitu, anak-anak akan mendapatkan contoh teladan dari kedua orang tuanya secara langsung.

Sedangkan di tingkat sekolah, rendahnya minat baca anak-anak bisa diatasi dengan perbaikan perpustakaan sekolah. Seharusnya, pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah bisa lebih bertanggung jawab atas kondisi perpustakaan yang selama ini cenderung memprihatinkan. Padahal, perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar yang sangat penting bagi siswanya. Dengan begitu, masalah rendahnya minat baca akan teratasi.

Selanjutnya, pemerintah daerah dan pusat bisa juga menggalakkan program perpustakaan keliling atau perpustakaan menetap di daerah-daerah. Sementara soal penempatannya, pemerintah bisa berkoordinasi dengan pengelola RT/RW atau pusat-pusat kegiatan masyarakat desa (PKMD). Semakin besar peluang masyarakat untuk membaca melalui fasilitas yang tersebar, semakin besar pula stimulasi membaca sesama warga masyarakat. Semoga![]

Minggu, Juli 05, 2009

Cinta Itu...


puisi kiriman dari sahabat

Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu mencintai seseorang,
meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan
meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas,
tapi kamu tetap mencintainya,

Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun
ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta,
tersenyum kala terluka,
menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama,
tertawa kala berpisah,

Aku pernah .........

Aku pernah tersenyum meski kuterluka !
karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku,
Aku pernah menangis kala bahagia,
karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,

Aku pernah bersedih kala bersamanya,
karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan......

Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan
Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.

Aku tetap bisa mencintainya,
meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,
karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.

Semua orang pasti pernah merasakan cinta..
baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan
akhirnya pasangan hidupnya.

Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah..
karena cinta itu sangat indah.
Semoga kalian selalu berbahagia.

Buat temanku yg sedang terluka karena cinta...
Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar,
satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit,
tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya,
bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain
akan datang dan menghampirimu.

Buat temanku yang tidak percaya akan cinta... buka hatimu ...
jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia
maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia.

Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah..
karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab..
Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu.


~ No one ~

KEINDAHAN DALAM KEHIDUPAN


Apakah Anda menyadari keindahan-keindahan yang dipaparkan Al-Qur`an? Apakah Anda mempelajari fakta-fakta yang tertera dalam Al-Qur`an yang Allah turunkan kepada Anda sebagai pedoman hidup?

Al-Qur`an menjelaskan kepada kita tentang latar belakang kehadiran umat manusia di muka bumi dan bagaimana seharusnya mereka hidup, sehingga kehidupan itu sesuai dengan maksud penciptaan tersebut. Al-Qur`an menjelaskan kewajiban kita kepada Allah dan bagaimana kita akan diberi pahala sesuai dengan amal perbuatan kita. Al-Qur`an-Kitab yang Allah turunkan kepada hamba-hamba-Nya yang mengabdi dengan kasih sayang-menyeru kita pada keindahan, kebenaran, kesucian, dan kebahagiaan abadi. Kualitas kesempurnaan Al-Qur`an ini terdapat dalam banyak ayat,

"Sesungguhnya, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal. Al-Qur`an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (Yusuf [12]: 111)

"Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa." (al-Baqarah [2]: 2)

Al-Qur`an adalah kitab yang ditujukan kepada manusia di segala usia, sebuah kitab yang berisi semua subjek dasar yang dibutuhkan setiap orang sepanjang hidup mereka, lelaki atau perempuan. Bentuk-bentuk ibadah, pola pikir unik bagi setiap muslim, akhlaq terpuji, perilaku mulia yang harus tampak di wajah saat menghadapi setiap kejadian tak terduga atau pada saat-saat menghadapi kesulitan, pola hidup yang membimbing jiwa dan raga demi hidup sehat, peristiwa kematian, peristiwa di saat roh melalui hari perhitungan, lalu surga dan neraka menanti semua manusia, semua termaktub dalam kitab ini.

Sebagai sumber yang khas bagi semua jawaban dan penjelasan yang mungkin orang pertanyakan tentang keselamatan abadi, Al-Qur`an juga mengandung banyak isyarat dan peringatan penting bagi kehidupan manusia. Allah mengaitkan ciri Al-Qur`an ini dalam ayat,

"... Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur`an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (an-Nahl [16]: 89)

Sebaliknya, hanya mereka yang berimanlah yang hidup sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur`an. Karena itu, Al-Qur`an membimbing mereka dalam cahaya tuntunannya.

Allah menciptakan manusia dan menyampaikan-melalui Al-Qur`an-jalan keluar paling tepat serta semua bentuk informasi yang dibutuhkan untuk menjalani hidup dalam kebaikan kepada semua orang. Karena itu, bila menghadapi kesulitan, sungguh penting bagi mereka yang beriman untuk merujuk pada ayat-ayatnya dan penerapan atas tinjauannya. Tak soal apa latar belakang intelektualitas yang dimiliki seseorang, pengetahuannya tetap saja terbatas, sebab hanya Allah satu-satunya yang melebihi semua makhluk. Manusia dapat meraih ilmu pengetahuan hanya dengan perkenan dan kehendak Sang Maha Pencipta.

"Mereka menjawab, 'Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.'" (al-Baqarah [2]: 32)

Dengan mengacu pada ayat-ayat ini, mereka yang ingin menelusuri satu kehidupan nan indah di dunia hendaklah melekatkan diri pada prinsip-prinsip Al-Qur`an. Dengan berbuat demikian, mereka akan meraih "kearifan", satu kualitas yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang senantiasa ingat dan takut kepada Allah. Kearifan (kebijaksanaan) inilah yang memungkinkan mereka memperoleh kehidupan paling terhormat, merasakan bahagia dan damai, dan-yang paling penting-meraih tujuan mulia atas keberadaan mereka di bumi. Yang harus mereka lakukan adalah berserah diri kepada Allah dan Al-Qur`an; menekuni dan meneliti perintah-perintah dan nasihatnya, mencermati maksudnya, dan mengamalkannya.

Buku ini merupakan hasil renungan atas makna-makna yang terangkum dalam Al-Qur`an dan keindahan yang disajikan ke dalam kehidupan manusia. Ia hendak membantu para pembaca yang menekuni Al-Qur`an, sehingga mereka dapat meraih kehidupan yang sesungguhnya, yang sesuai dengan makna-makna hakiki yang terkandung dalam ajaran-ajaran itu.

Sabar Menurut Al-Qur'an

“...Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d [13]:23-24)


Sabar termasuk akhlak yang paling utama yang banyak mendapat perhatian Al-Qur’an dalam surat-suratnya. Imam al-Ghazali berkata, “Allah swt menyebutkan sabar di dalam al-Qur’an lebih dari 70 tempat.”
Ibnul Qoyyim mengutip perkataan Imam Ahmad: “Sabar di dalam al-Qur’an terdapat di sekitar 90 tempat.”
Abu Thalib al-Makky mengutip sebagian perkataan sebagian ulama: “Adakah yang lebih utama daripada sabar, Allah telah menyebutkannya di dalam kitab-Nya lebih dari 90 tempat. Kami tidak mengetahui sesuatu yang disebutkan Allah sebanyak ini kecuali sabar.”
Sabar menurut bahasa berarti menahan dan mengekang. Di antaranya disebutkan pada QS.Al-Kahfi [18]: 28 “Dan tahanlah dirimu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaanNya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka.”
Kebalikan sabar adalah jaza’u (sedih dan keluh kesah), sebagaimana di dalam firman Allah QS. Ibrahim [14]: 21, “...sama saja bagi kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.”
Macam-macam Sabar Dalam al-Qur’an
Aspek kesabaran sangat luas, lebih luas dari apa yang selama ini dipahami oleh orang mengenai kata sabar. Imam al-Ghazali berkata, “Bahwa sabar itu ada dua; pertama bersifat badani (fisik), seperti menanggung beban dengan badan, berupa pukulan yang berat atau sakit yang kronis. Yang kedua adalah al-shabru al-Nafsi (kesabaran moral) dari syahwat-syahwat naluri dan tuntutan-tuntutan hawa nafsu. Bentuk kesabaran ini (non fisik) beraneka macam;
Jika berbentuk sabar (menahan) dari syahwat perut dan kemaluan disebut iffah
Jika di dalam musibah, secara singkat disebut sabar, kebalikannya adalah keluh kesah.
Jika sabar di dalam kondisi serba berkucukupan disebut mengendalikan nafsu, kebalikannya adalah kondisi yang disebut sombong (al-bathr)
Jika sabar di dalam peperangan dan pertempuran disebut syaja’ah (berani), kebalikannya adalah al-jubnu (pengecut
Jika sabar di dalam mengekang kemarahan disebut lemah lembut (al-hilmu), kebalikannya adalah tadzammur (emosional)
Jika sabar dalam menyimpan perkataan disebut katum (penyimpan rahasia)
Jika sabar dari kelebihan disebut zuhud, kebalikannya adalah al-hirshu (serakah)
Kebanyakan akhlak keimanan masuk ke dalam sabar, ketika pada suatu hari Rasulullah saw ditanya tentang iman, beliau menjawab: Iman aadalah sabar. Sebab kesabaran merupakan pelaksanaan keimanan yang paling banyak dan paling penting. “Dan orang-orang yang sabar dalam musibah, penderitaan dan dalam peperangan mereka itulah orang-orang yang benar imannya, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Baqarah [2]: 177)
Dari itu kita dapat memahami mengapa al-Qur’an menjadikan masalah sabar sebagai kebahagiaan di akhirat, tiket masuk ke surga dan sarana untuk mendapatkan sambutan para malaikat. Dalam surat Al-Insan [72]: 12 “Dan Dia memberi balasan kepada mereka atas kesabaran mereka dengan surga dan (pakaian) sutera”. Dalam surat Ar-Ra’d [13]:23-24 “...Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”
Sabar, Suatu Kekhasan Manusia
Sabar adalah kekhasan manusia, sesuatu yang tidak terdapat di dalam binatang sebagai faktor kekurangannya, dan di dalam malaikat sebagai faktor kesempurnaannya.
Binatang telah dikuasai penuh oleh syahwat. Karena itu, satu-satunya pembangkit gerak dan diamnya hanyalah syahwat. Juga tidak memiliki “kekuatan” untuk melawan syahwat dan menolak tuntutannya, sehingga kekuatan menolak tersebut bisa disebut sabar.
Sebaliknya, malaikat dibersihkan dari syahwat sehingga selalu cenderung kepada kesucian ilahi dan mendekat kepada-Nya. Karena itu tidak memerlukan “kekuatan” yang berfungsi melawan setiap kecenderungan kepada arah yang tidak sesuai dengan kesucian tersebut.
Tetapi manusia adalah makhluk yang dicipta dalam suatu proses perkembangan; merupakan makhluk yang berakal, mukallaf (dibebani) dan diberi cobaan, maka sabar adalah “kekuatan” yang diperlukan untuk melawan “kekuatan” yang lainnya. Sehingga terjadilah “pertempuran” antara yang baik dengan yang buruk. Yang baik dapat juga disebut dorongan keagamaan dan yang buruk disebut dorongan syahwat.
Pentingnya Kesabaran
Agama tidak akan tegak, dan dunia tidak akan bangkit kecuali dengan sabar. Sabar adalah kebutuhan duniawi keagamaan. Tidak akan tercapai kemenangan di dunia dan kebahagaiaan di akhirat kecuali dengan sabar.
Al-Qur’an telah mengisyaratkan pentingnya kesabaran ini. Ketika mengyinggung masalah penciptaan manusia dan cobaan penderitaan yang akan dihadapinya. Dalam surat Al-Insaan [76]: 2 “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang tercampur yang Kami hendak mengujinya )dengan perintah dan larangan)”.
Pentingnya Kesabaran Bagi Orang Beriman.
Sudah menjadi sunnatulah bahwa kaum muslimin harus berhadapan dengan para musuhnya yang jahat yang membuat makar dan tipu daya. Seperti Allah menciptakan Iblis untuk Adam; Namrud untuk Ibrahim; Fir’aun untuk Musa dan Abu Jahal untuk Muhammad saw.
Dalam Surat al-Ankabut [29]]: 1-3 “Ali Laam Miim. Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan; kami telah beriman, padahal mereka belum diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.” ##

Ikhlas dan Sabar, itulah Islam!

Bagi yang pernah menonton film ayat-ayat cinta tentu tahu ini dialog antara fahri dan temannya yang di penjara. Ya! Bahkan sutradaranya sekalipun masih belajar mengenai ikhlas dan sabar. "Ikhlas adalah ilmu yang palin sulit dalam Islam", kata Dedy Mizwar dalam filmnya Para Pencari Tuhan.

Dan inilah curhat sang sutradara mengenai pembelajarannya tentang hidup, ikhlas, dan sabar dalam Islam.

Ayat-Ayat Pribadi Seorang SutradaraOleh: Hanung Bramantyo
Membuat Film adalah menciptakan kehidupan dalam layar yang bisa saja terjadi dalam kehidupan pribadi kita...' (Francis Ford Copolla)
Aku tidak menyangka film berdampak besar kepadaku secara pribadi. Film tidak hanya menghantarkan aku dari sekedar seorang lelaki bengal asal jogja menjadi sutradara di jakarta, tapi juga menghantarkan aku dari mulai seorang lelaki yang ‘gelap’ agama, sampai merasakan cahaya hangat dari sang Khalik. Meski hanya secuil saja.
Meskipun aku orang pertama yang tidak puas dengan hasil Ayat-Ayat Cinta secara karya sinema; Tapi aku harus mengakui, lebih dari apapun, film ini sudah merobah pandanganku terhadap karier, agama dan cinta.
Cinta sering disempitkan hanya menyoal hubungan laki-laki dan perempuan. Cinta juga kerap diartikan keinginan memiliki terhadap orang yang dicintai. Ketika aku SMA, aku sering menyalahkan orang lain karena kebodohanku mengartikan cinta. Aku menganggap, cinta hanya diaktualisasikan dengan pacaran. Ketika sekolahku (SMA Muhammadiyah) melarang aku pacaran, aku menyalahkan sekolah. Aku juga kadang menyalahkan orang tua yang berfikiran sama dengan sekolahku. Karena itu sering terjadi benturan-benturan yang tidak hanya merugikan aku, tetapi orang lain: Sekolah, orang tua dan perempuan yang aku cintai.
‘Bisa tidak kamu sedikit menghargai perempuan?’ begitu Sari, adikku selalu bilang kepadaku ketika melihat aku selalu gonta-ganti pacar (kadang sering melukai perasaan perempuan). Aku cuma tersenyum. Sari tahu kalau nasehatnya itu hanya angin lalu saja buatku. Mungkin itu sebabnya, ketika aku memutuskan meninggalkan kuliahku di Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, dan pindah ke FFTV – IKJ, ibu berpesan : ‘kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu.’
Film agama?
Awalnya, film buatku hanya sekedar media ekspresi seniman. Ketika membuat film, seorang seniman seperti melukis. Gagasan-gagasan yang berkelindan di kepala harus dituangkan semuanya tanpa kompromi. Karena kompromi membuat karya menjadi tidak utuh dan cacat secara estetis. Jangankan film agama, film yang didalamnya memuat pesan moral, buatku sangat mengada-ada. Film adalah film. Agama adalah agama. Kebetulan, pemikiranku itu selalu bisa direaliasikan. Karenanya aku hanya senyum saja ketika ibuku berpesan begitu. Parahnya, aku seperti tidak membutuhkan nasehat itu.
FILM AYAT-AYAT CINTA
Membaca novel Ayat-Ayat Cinta membuatku muak. Aku tidak tahan melihat karakter Fahri yang too good to be true. Ganteng, pintar, alim dicintai perempuan-perempuan cantik secara bersamaan. Seolah begitu mudah perempuan datang kepadanya tanpa sedikit pun Fahri aktif melakukan pendekatan. Aku tidak selesai membaca novel itu sampai kemudian Jamal Hasan (Publish MD entertainment) menelpon saya dan memperkenalkan ke Manoj Punjabi (producer Ayat-Ayat Cinta) yang kemudian menawari saya untuk memfilmkan Novel tersebut.
Jujur, Aku bingung. Apa yang harus aku lakukan dengan novel ini? Terlebih melihat tokoh utama di novel sudah tidak meyakinkan buatku. Tidak seperti tawaran film sebelumnya yang dengan gampang aku jawab: iya atau tidak. Film ini membuatku berfikir keras sebelum memutuskan. Lalu aku memulai kembali membaca cerita sampai (kupaksakan) habis.
Ternyata, aku menemukan hal penting: tidak hanya soal CINTA yang dituliskan di Novel. Lebih jauh lagi, ada keikhlasan, kesabaran dan sikap toleransi, dimana dalam Qur’an ketiganya disebutkan (terutama sabar dan ikhlas, sebanyak lebih dari 100 kali dituliskan). Ketika aku membaca novel itu, mendadak ingatanku dibawa ke masa dimana aku nyantri di tempat Kyai Syirat-Klaten. Mbah Kyai tidak pernah menyuruh aku sholat, ngaji atau puasa. Padahal Kyai Syirat dikenal sebagai pribadi yang keras, tidak kompromi jika menyangkut soal Syariah Islam. Mbah Kyai hanya menyuruh aku tidur.
‘Wis turu wae. Kui luwih apik tinimbang liyane.’ (sudah tidur saja. Itu lebih baik daripada yang lainnya), kata beliau. Awalnya, aku bingung. Niatku nyantri untuk belajar agama. Tapi yang disuruhkan ke aku cuma tidur. Ternyata, kyai ingin bicara denganku tentang keikhlasan. Berbuatlah sesuatu dengan ikhlas seperti layaknya orang tidur. Disaat tidur, kita merelakan tubuh kita rebah di tempat rendah (lebih rendah dari kita berdiri maupun duduk). Rela terkapar tanpa ada pikiran-pikiran apapun. Padahal bisa saja, ketika tidur seseorang berbuat jahat kepada kita.
Ilmu Ikhlas dan Sabar adalah bagian dari Ma’rifat Islam. Dikatakan, Ikhlas dan sabar bukan sikap nrimo. Tapi sikap yang didalamnya ada kerelaan untuk mengerti (Willing to Understand). Dan itu … sebuah perjuangan.
Segera setelah aku baca Novel AAC, aku menyanggupi menyutradari film ini. Aku ingin belajar lagi tentang arti Ikhlas, sabar dan toleran. Karena sebenarnya ketiga hal itu adalah penjabaran atas pengertian Cinta itu sendiri. Barangkali karena niatku membuat film ini untuk belajar, Alloh memberikan cobaan disetiap proses produksi film ini. Lewat kendala shooting seperti kamera tiba-tiba terbakar, berhadapan dengan preman pasar di semarang karena membawa 3 ekor unta dari jogja, jadwal pemain yang sibuk sehingga masing-masing tidak bisa ketemu, berada di dalam Bus selama 30 jam melintasi negeri Gujarat, di berhentikan di perbatasan, diacungi senapan oleh tentara, mendaki gurun pasir di Jodhpur sambil membawa kamera dan perlengkapan shooting dibawah terik panas matahari, kaki tergores duri ilalang padang pasir dan bibir pecah, sebenarnya Alloh ingin bicara tentang kesabaran kepadaku. Melalui peristiwa tidak dapat ijin untuk shooting di Kairo dan harus dipindah ke Semarang dan India, mendapatkan pemain-pemain yang kebanyakan bukan arab dan tidak bisa berbahasa arab, sebenarnya Alloh ingin bicara kepadaku tentang Ikhlas. Ikhlas menerima keadaan yang diberikan. Jika dipikir, aku bisa saja mundur dari project ini karena banyaknya kompromi. Apalagi melihat segala cibir, sumpah serapah dari pembaca fanatik Novel tentang produksi film AAC. Subhanalloh … Subhanalloh …
AYAT-AYAT PRIBADI TENTANG CINTA
Film Ayat-Ayat Cinta Tidak hanya berpengaruh bagi karirku saja. Tapi juga kehidupan pribadiku. Sabar, ikhlas dan toleransi menarik diungkapkan sebagai wacana. Tapi dalam prakteknya sulit sekali.Dua hari menjelang aku Shooting adegan Maria meminta diajari Sholat, saudara dekat yang aku cintai dan aku percayai dalam setiap keluh kesah, berpindah menjadi Kristen. Padahal selama ini berjilbab. Sebulan setelah Gala Premiere Ayat-Ayat Cinta, pacar yang sedianya akan aku nikahi (Tika Angela Sandy), memutuskan hubungan denganku dan menikah dengan orang lain. Peristiwa yang memilukan tersebut datang bersamaan dengan fakta angka jumlah penonton naik menjadi 3 juta, presiden SBY bersama 80 duta besar Negara dunia bersedia menyempatkan waktu menonton film ini, yang mana sebelumnya Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama menteri, BJ Habibie dan Ketua Muhammadiyah Din Samsudin juga menyempatkan diri menonton. Kemudian anugerah 9 Nominasi dalam Festival Film Bandung 2008 , dan ekspose media masa positif mengangkat Ayat-Ayat Cinta sebagai film yang mampu memecahkan rekor perolehan penonton. Allohu Akbar … Allohu Akbar.
‘Cinta, dan perasaan untuk memiliki adalah dua hal yang berbeda …’ begitu kata Maria. Dialog yang sebetulnya aku tulis untuk penonton, pada kenyataannya justru dibuat untuk diriku sendiri.
Tiba-tiba ditengah situasi itu, aku teringat bagaimana dulu aku SMA dan kuliah. Bagaimana dulu ibu selalu menangis ketika melihat aku nakal: Mabuk, tidak pernah sholat, gonta ganti pacar dan melukai hati perempuan yang sebenarnya harus aku sayangi. Aku juga teringat mantan Isteriku yang aku tinggal untuk mengejar karir, memaksanya untuk mengerti aku tanpa sedikitpun aku mengerti perasaannya. Aku juga teringat anakku selalu bicara lewat telpon : ‘Bapak! pulang ke Malang dong. Bhumi kangen bapak.’ Tidak ada yang bisa aku sebut dari mulutku selain : ‘ Ampuni aku ya Alloh. Engkau maha adil … Engkau tau apa yang terbaik buat hambaMu!’
Tidak bisa aku ungkapkan air mata itu meleleh dan jatuh di lantai saat aku bersujud. Tidak ada harapan apapun kecuali hanya ampunan atas kebodohanku. Ternyata, dosa tidak berada di luar hati. Dosa sedekat cinta kita kepada kekasih kita sendiri. Karena itu penyesalan selalu datang belakangan. Seperti terbangun dari tidur panjang, aku menatap sekeliling dengan gamang. Lalu terbaca sebuah hadist: Anta turiidu wa anna uriid. Wa laa yakunu illa ma uriid. Fa in salamtu li fima turiidu. Arahtuka fiima turiidu. Fa illam tass allim li fii ma turiid. Ut ‘ibuka wa usyqiika fii ma turiid …
… Kamu punya keinginan, Aku juga punya keinginan. Dan tidak berlaku apa yang bukan keinginanKu. Maka jika kamu serahkan apa yang kau inginkan, Aku akan bahagiakan kau mencapai keinginanmu. Tapi jika TIDAK kau serahkan keinginanmu padaKu, Aku akan buat kamu lelah dalam mengejar keinginanmu, hingga yang berlaku apa keinginanKu …
Aku ingat bagaimana dulu aku marah jika keinginanku tidak terpenuhi. Sekarang, aku seperti mendapatkan apa yang aku inginkan, namun disisi terdalam aku justru kehilangan semuanya. Dan tidak hanya sampai disini Alloh mengajariku dan memberiku cobaan. Fitnah, tudingan, tuduhan pembajakan, sampai gossip mendadak kaya raya yang secara langsung, lewat sms maupun blog ditujukan buatku, sampai saat hari ini, saat berita ini aku tulis. Bahkan niatanku mengantar Ibu dan Sari (adikku) pindah ke Madinah sekaligus Umroh, ditafsirkan lain oleh beberapa teman. Dianggap hasil ‘mendadak kaya’ dari Film Ayat-Ayat Cinta.
Mungkin, bagi pecinta Novel Ayat-Ayat Cinta, film ini tidak sempurna. Tapi bagi saya pribadi, sepanjang karir saya di film, hanya film ini yang menyadarkan saya tentang arti hidup, karir, agama dan perempuan.
Terima kasih ibu, aku sekarang mengerti kenapa kau menyuruhku membuat film ini …