Eps 1 : Suara hati

Assalamualaikum Wr WB
Semoga Rahmat dan  Kesehatan Selalu menyertai kalian

Sebelum bercerita pertama-tama terimakasih banyak buat viewer blog ini
yang tembus 2k :D

# BERHUJAN HARAP #

Episode 1

Suara Hati 


mari kita ceritakan cerita yang betul- betul menyedihkan
hanya penyesalan dan rasa sakit yang tak berujung...

##
Matahari lumayan terik di paris pagi ini,  kulihat jam arlojiku menunjukan pukul 13.05 waktu indonesia bagian timur, ternyata  jam pun lupa di atur karena terburu-buru dikarenakan agenda paling penting dalam hidupku pagi ini akan dimulai
Oh ya ku orang indonesia ku biasa di panggil uppi panggilan akrabku ini sudah menjalar bahkan mereka teman dekatku tidak mempedulikan nama asliku.terserahlah apa maunya
oke kembali ke teriknya pagi di paris, dari kejauhan ku melihat bis merah terang di pinggi jalan,  ku kejar bis itu sekencang mungkin, langkah kakiku bagaikan usain bolt kencangnya, terlihat  berapa meter jarak ku dan bis, terlihat supir sudah gerasak gerusuk hendak mengoprasikan bis itu seakan dia tak mau bisnya ku tumpangin....
ku harus berada di marseille pada pukul 17.00 waktu paris atau 24.00 waktu arlojiku dengan secepat kilat ku berlari kencang menembus angin seakan melupakan keindahan lingkup ruang jalan-jalan di paris.
ku tanjakan kaki kananku di badan bis dan segera ku tempatkan kartuku di alat scanner bis terlihat wajah pengemudi bis yang masih mengatur segala keperluan mengantarkan ku ke pertualangan berikutnya...
ku ingat ada sekitar 10 orang yang berada dalam bis ini bertujuan yang sama denganku ke marseille
kota yang pagi ini terlihat begitu teratur berbeda dengan ibu kota di negaraku yang carut marut terlihat orang lalu lalang mulai menjalankan aktivitas kesehariannya,
ku bertanya pada supir tepat 2 kursi di depanku dengan pelan " combien de temps il faut pour atteindre la stasion " berapa lama bis ini mencapai station, aku pun ragu apakah bahasa yang kuucapkan sudah benar, tapi sepertinya dia paham mengangguk " 1 heure, père " ternyata 1 jam lalu kuucapkan merci padanya  ku duduk di bagian kanan dari sisi bis, lalu ku buka buku agendaku banyak coretan-coretan dalam secarik kertasnya menandakan betapa serunya perjalanan ini
semoga pertualangan ku ini berjalan lancar umpat hatiku.....

1 jam berlalu ku telah sampai di stasiun ternama di paris "Gare d'Avignon-Centre" megah dan penuh dengan gaya eropa itulah deskripsi yang kupikirkan ketika melihat stasiun ini,
ku persiapkan segala kebutuhanku menuju marseille ku mengambil jalur 8 pada statiun itu memasuki kereta api artristik ala masa renaissance paris, berapa menit ku menunggu sambil mengingat apa yang telah terjadi di bandung 6 bulan lalu, serasa tidak menyangka ku bisa berada sejauh ini. terompet gagah kereta api membuat ku terkaget terbangun dalam lamunan, kereta api berjalan perlahan meninggalkan stasiun dan paris. Suara khas kereta api mulai terdengar, dan terlihat banyak aktivitas dalam kereta api ini dari yang tidur sampai yang tertawa terbahak-bahak berbahasa prancis ada pula yang berbahasa inggris, namun ekspresiku tetap datar, masih gugup apakah sempat dalam hati berbicara......

perjalanan 3 jam kurang lebih mengantarkan ku ke kota marseille kota yang cukup indah dengan pohon-pohon berbunga merah di sisi jalannya lautan yang merupakan maskot kota ini melukiskan kedamaian dalam aktivitasnya, menghilangkan tatapan yang penuh kagum, segera tersadar " bukan waktunya untuk terpana" mari lanjutkan ke kota selanjutnya ke Nice tempat pertualangan kami bermula, sebenarnya tempat kemalangan ini bermula ...

Segera ku percepat langkah dari stasion kereta untuk segera menaiki bis menuju kota nice, bis yang kutumpangi terlihat unik dari yang lain mungkin ini yang terbaik dalam hatiku mengumpat ku buka pintu bis itu dan terlihat wajah ramah sang supir dan ku bertanya apakah bis ini menuju nice dan supir mengangguk, ku lanjutkan langkah kakiku ke lantai 2 bis kuambil sisi kanan bis berencana menikmati perjalanan melihat pemandangan lautan, karena memang rute bis ini banyak melewati pergunungan, tempat yang pas melihat lautan dari ketinggian

aliran AC bis membuat mata ini melemah di temani pemandangan indah dan desis manusia yang berbicara, terlelap lah sudah tak kuasa menahan beban ini mengakui kelemahan manusia kemudian hilang lah kesadaran ini.
.....
.....
.....
Terkejut
Tersentak
Panik

bis yang kami tumpangi terbalik ke jurang, seakan semua melambat orang-orang menangis berteriak tak karuan ku hanya terdiam "APA INI...Apa-apaan ini......mengapa ini terjadi apakah ini akhirnya dari kehidupan dan  aku masih setengah jalan dan bis itu menabrakan keras pada dinding jurang
dan entahlah semua gelap ku pun tak tau aku dimana atau apakah aku sudah mati...




Mataku perlahan terbuka, terang cahaya memasuki pupil mata, penglihatan yang betul2 kabur namun perlahan terlihat jelas. "aku dimana" pertanyaan ini muncul berulang-ulang dalam pikiranku namun tiba-tiba orang-orang dengan segera berlari kearahku berteriak "dia siuman" berulang

tampak orang yang terlihat seperti dokter, dukun atau apalah namanya bertanya bagaimana kabarmu nak baik?  dengan logat jerman kental dan ku tetap diam lalu di katakannya lah kau di temukan warga hanyut hingga ke pesisir pantai dan belum sempat ku merekam semua karena bahasa prancis yang terlalu sulit untuk di terjemahkan dia kembali bertanya siapa namamu dan aku terdiam
lalu ku gelengkan kepalaku pertanda ku tak mengerti apa yang diucapkan dokter ini, dan orang2 berbicara ribut kompak mengatakan loepp namun ku tak tahu bahasa apa itu, terlalu banyak berpikir hanya membuat kepalaku sakit

disinilah permulaan itu terjadi, keanehan yang aneh terjadi pada diriku ku tiba-tiba  kumendengar suara hati manusia yang ada di sekitarku dengan bahasa yang tak kumengerti dan berbarengan saat itu juga tiba-tiba jantungku terasa sakit, sakitnya betul-betul liar terasa tertusuk tak tertahankan sehingga ku pingsan dan kembali takluk dalam ketidakberdayaan

ku siuman kembali, Orang2 bergegas datang memanggil-manggil loepp kemudian mengerumuniku begitu juga kulihat teman2ku yang tiba2 ada di sampingku.. kaget berampur lega terasa melihat teman2ku telah datang entah bagaimana caranya.
perlahan ku gerakan bibirku mencoba mengeluarkan kata-kata lalu ku bertanya dengan suara pelan "apa itu loepp" dengan sigap dan cepat dian menjawabku, dia salah satu temanku yang paling tenang dan pintar,  anak perempuan satu-satunya dari 3 bersaudara keturunan betawi dia menjawab pelan mendekatkannya mulutnya di telingaku dan berkata "loepp itu orang yang tak punya nama" lalu ku bertanya bahasa apa itu dia menjawab pelan "bahasa daerah yang tak akan kau temukan di kamus manapun".
lalu temanku di sisi kanan memanggilku dia adalah jaka teman terbaikku semenjak kecil orang yang simpel dan bersahaja keturunan asli banjar  "uppie bagaimana kabarmu " baik ku katakan dengan pelan baguslah setidaknya kamu tak hilang ingatan kan luppie!! temanku dari atas menyambarku, nah dialah teman yang paling ribut paling cerewet dan dia juga yang memanggilku uppie pertama kali, ya dia anak ke 2 dari dua bersaudara dengan kembar identik keturunan sunda asli namun saudara perempuannya telah lama meninggal akibat penyakit kangker ganas setahun silam, ku tiba2 protes " kemarin kau panggil ku uppie sekarang kau panggil ku luppie " sambil ku silangkan tanganku di dadaku dia tiba-tiba tertawa dan menjelaskan bahwa bahwa luppie adalah dari kata loeep dan uppie yang berarti uppie yang hilang.....memanknya berapa lama ku hilang ku tertawa bercanda dan dian berbisik 3 bulan, candaanku berubah tiba-tiba "yang benar saja dian" memaknya kau pernah liat ku berbohong apa? balas dian ketus kepadaku, oke2 sekarang ada dimana kita di nice atau marseille?
jaka membalas lantang kita di Königsdorf (koengdisroef) jerman
ku terdiam seribu bahasa bagaimana bisa dan dimulailah cerita tentang suara-suara aneh yang tak pernah orang dengar selain aku dan setiap suara itu terdengar jantungku mulai terbakar tertusuk pedih

ini Karunia Atau Karma





Episode 2
Königsdorf (coming soon)

Komentar