Pos

Menampilkan pos dari Februari, 2017

Tetesan Embun Langit

Gambar
Kering kian merayap hati… mengeraskan batin… melukai jiwa kesendirian…
Hampa laksana haus akan Cerita… menimbun kenangan menuju dangkal samudera… terdengar samar pelan dan diam tak bergema…
Dahaga memangsa kehausan… melahap akal sehat… merasa ingin akhir kan datang seakan maut bersegera untuk berlabuh…
Putus asa tak bendungkan kesedihan… tak kenyangkan kesengsaraan…. Membuat kaku lumpuhkan kaki terdiam lagi langkah ini menuju kebahagiaan…
Tetes Embun pun menetes… Terdengar datang jauh dari langit. Hantamkan pasir dahaga dengan kerasnya Membasahi lembut sang gersangnya pasir Menandakan secercah kebahagiaan…
Tumbuh  Menciptakan butir-butir debu bahagia Membasahi kering nya hati ini Pemudar kehampaan ku kan cerita kenangan Pengalir harapan menghapuskan dahaga Menyambungkan kembali rasa Putus asa Memanjang membentuk tali harapan
Kaulah setetes Embun yang turun dari langit pelenyap kelemahan dan kekurangan pendamping hidup ini dalam kehidupan yang panjang Terpisahkan sampai kiranya bumi bosan terhadapku dan dirimu



@lu…

Berlian Yang Retak

Gambar
Dulu...
ku tak pernah percaya niat di hatimu...
lampau....
ku tak yakin kan keseriusanmu...
kau hanyalah batu kerikil terhempas di sapuan desir ombak pantai

perjalanan...
mengolah proses diriku untuk memahami...
memenuhi tanda tanya yang terjawabkan...
cerita...
menghiasi keseharian, menggambarkan keindahan perjuanganmu
menari-nari mengisi kilauan cahaya dalam liang kehampaan
kisah...
meyakinkan diriku akan kesungguhanmu...
menghentikan segala percobaan untuk menghentikanmu
meluruskan ku dalam rendahnya kepahamanku...
kau laksana berlian yang bercahaya terang...

waktu...
dapat membuat keajaiban keajaiban yang tak terharapkan
baik dan buruk kan selalu membuat kita terkejut dan takjub
perubahan tak akan tertahankan..
semua kesungguhan suatu saat akan rapuh dan mati
Bohong...
ketika ku pura2 tak tahu..
bukan usaha yang menaklukanmu
waktu lah sang raja yang merapuhkanmu


Yakin...
hati ini setelah semua yang terjadi...
tak kan kau temukan berlian yang rapuh...
namun kau telah retak tertela…

Perjuangan Yang Kembali Patah (2)

Gambar
Juli 2009
Merasa hampa semakin pekat berbading tahun yang terlewati.
Merasa seakan tak pernah mendengar suara yang terucapkan.
mencoba lingkungan baru berharap lupa.
lupa walau serasa jahat meleburkan kenangannya.
seakan kau pergi sekaligus membunuh hati ini
membuat ku tak merasakan rasa sayang apapun lagi
semua menjadi tak berarti
namun waktu tak pernah berhenti.

maret 2010
mungkin ini doa yang terkabul
tak kan pernah kau dengarkan
penyakit yang membuatmu bahagia
tapi realitas ini mengatakan aku bahagia
penyakit ini seperti doa yang terjawab untukku
ku dapat melupakan semua masa kelam itu

21 Februari 2011
Mengapa Dia Hidup Kembali
Paras dan segalanya Sama tak berkilah
gaya bicara yang seakan memaikan aktingnya
namun kau tak akan bisa membohongiku lagi
ku paham
kau itu berbeda..


2012
sempat berulang cerita yang tak menarik ini tercipta
sempat ingin berhenti
kembali bosan dengan lingkungan
mencoba untuk mencari sesuatu yang baru
untuk hati ini lupa bagaimana rasa sakit itu

tapi ada sesosok…

Perjuangan Yang Pernah Patah

Gambar
21 Februari 2006
Bulan yang membuat udara mendadak habis
tahun yang lenyapkan segala cita harapan
keadaan tak rasional membuat bertanya segalanya untuk apa...

seakan grafitasi menghilang dalam lingkup kehidupan ini
kaki melemas tak kuat berdiri menopang beban kejam ini
berkarat sudah lembaran emas ini..
dan mulailah gersang hampa menemani kalbu

21 September 2008
Seperi karatan yang tak akan pernah kembali bersinar
daun kuning yang tua akan gugur sebagaimana waktunya
dengan segala waktu tersisa yang telah kulangkahkan maksimal
malam ini bintang bersinar langit yang cerah seakan tak pernah bersedih
namun malam ini seakan ku tak merasakan semua anggota tubuhku lagi
sepertinya ini akhirnya
lebih baik kan dari pada tidak berjuang...namun
Perjuanganku berakhir malam ini...

12 Oktober 2008
akhirnya singkat rasanya ku membuka mata..
perasaku telah tiba di tempat yang baru.
sedikit takut namun apalah daya...
ganggang pintu itu bersuara seakan bergerak pelan terbuka
haha...
tawa pertamaku dalam d…