Jumat, Oktober 07, 2016

siapa dia dalam sudut pandangmu

Dalam dunia ini kita terkadang kita berjalan sendiri menjalani kehidupan, jika anda beruntung diri kan memiliki seorang sahabat

Seorang sahabat.
Bila Kita merasa dikhianati bila dia tidak menepati janjinya.
Disaat Kita tidak memberi dia peluang untuk menerangkan keadaannya. Bagi kita, alasannya hanya untuk menutupi kesalahan dan membela diri.

kamu manusia kan?
Kita juga pernah membiarkan dia menanti-nanti karena kita juga ada janji yang tidak ditepati. Kita memberi beribu alasan, seakan memaksa dia menerima alasan kita. Waktu itu, terpikirkah kita perasaanya ? Seperti kita, dia juga tahu rasa kecewa. Tetapi kita sering mengabaikannya begitu saja.

Bersyukurlah mempunyai seorang sahabat yang senantiasa memahami, yang selalu berada disisi kita sewaktu kita memerlukannya. Dia mendengar keluhan kita, segala rasa kecewa dan ketakutan. Harapan dan impian juga kita tuangkan, dia memberi jalan sebagai acuan penyelesaian masalah. Namun, sepertinya kita terlalu asyik menceritakan tentang diri kita sendiri, hingga terkadang kita lupa sahabat kita juga ada cerita yang ingin dibagikan bersama kita, pernah kah kita memberi dia peluang untuk menceritakan tentang rasa bimbang dan takutnya? Pernakah kita menenangkan dia sebagaimana dia pernah menyabarkan kita?

Ikhlaskah kita mendengar tentang kejayaan dan berita gembiranya? Mampukah kita menjadi sumber kekuatannya seperti ketika dia meniup semangat kita setiap kali kita merasa kecewa dan menyerah kalah? Bisakah kita menjadi bahu untuk dia bersandar , ketika dia kehilangan harapan?

Jadilah sahabat yang lebih sering mendengar dibandingkan berbicara.

Dia manusia sekaligus sahabat.

Mungkin kita selalu melihat dia tertawa, tetapi mungkin dia tidak setabah yang kita kira. Di balik senyumannya mungkin banyak cerita sedih yang ingin disampaikan. Dibalik kesenangannya mungkin tersimpan seribu kesedihan.

Kau kan paham ketika kau ubah sudut pandangmu kawan...

Hargailah sebuah persahabatan karena dibaliknya tersimpul segalanya. 

By. Fahmi Fadillah
Project Buku Berhujan Harap

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar