Pos

Menampilkan pos dari Oktober, 2016

Cintai Dirimu Apa Adanya

Gambar
tahukah kamu...
kau begitu berbeda dari biasanya...
paham kah engkau...
dirimu bagaikan cahaya berwarna dari indahnya senja kala pagi...

pahamkah kamu...
kau pesonaku dalam murni jiwamu
kau dengan seadanya membuat ku terheran tanya...
kaulah keunikan yang membuat keras mata tuk tak berpaling...

waktu pun terbang melintasi puluhan musim hujan
dan...

Sadarkah kamu....
dikau ubah segalanya, mengubah tatapku menjadi kabur terbiaskan...
kini kau bukan manusia unik penimbul tanda tanya...
kuburkan segala bisikan tanya dalam hati...
kau berubah....

Ketika kau jatuh Cinta pada salah satu tetes hujan ...
Mulai cintailah dirimu apa adanya...
karena ketika tetes hujan telah membasahi wajahmu
Bahagialah...
ketika tetes hujan jatuhkan takdirnya di wajahmu
sadarlah dia selalu mencurahkan segalanya kepadamu selama
kau selalu mencintai dirimu apa adanya..

Jangan ubah apapun lagi..
Jangan pernah lupa prinsip dan jati diri
ketika kau kembali terlena dan lupa
percaya saja, tetesan itu akan menguap dan…

Ketika Kau Ragukan Lagi

Gambar
Tak heranku ketika hatimu tak waras tanpa sebab...
seakan kau tak pernah mengerti atau pura-pura lupa tentang segalanya...

Tak kan kusangkal lagi ketika matamu mulai kembali gelap... mempertanyakan keadaan, seakan semua kenangan tak pernah tersimpan rapat di kedalamannya...

Pernahkah kau rasa lelah atas sikapmu...
Kau karamkan rasa curigamu dan kau hempaskan tanpa hati...

Mungkinkah kau sadari seberapa tegarnya kalbu ini...
Bertahan dalam kawanan karang didalam dasar laut...
Ketika banyak mutiara bersinar memikat hati tuk pergi...

Tak kan kau khawatir tuk tertinggal...
ketika dia percaya karangmu lah tempatnya bermuara diam...

Matanya tak akan pernah gelap walau banyaknya kilau cahaya mutiara...
Yakinkan saja hatimu, karangmu lah persinggahan terakhirnya

Karena...
disanalah dia letakkan seluruh rahasia hidup.

Jangan kau pertanyakan lagi segala ketidakwarasanmu...

Kau kan paham ketika kau percaya.
jangan merasa aman dalam sisi pandangmu
lihatlah sisi yang lain...
Ketika Kau Ragukan Lagi.....
percayalah s…

siapa dia dalam sudut pandangmu

Gambar
Dalam dunia ini kita terkadang kita berjalan sendiri menjalani kehidupan, jika anda beruntung diri kan memiliki seorang sahabat

Seorang sahabat. Bila Kita merasa dikhianati bila dia tidak menepati janjinya. Disaat Kita tidak memberi dia peluang untuk menerangkan keadaannya. Bagi kita, alasannya hanya untuk menutupi kesalahan dan membela diri.

kamu manusia kan? Kita juga pernah membiarkan dia menanti-nanti karena kita juga ada janji yang tidak ditepati. Kita memberi beribu alasan, seakan memaksa dia menerima alasan kita. Waktu itu, terpikirkah kita perasaanya ? Seperti kita, dia juga tahu rasa kecewa. Tetapi kita sering mengabaikannya begitu saja.

Bersyukurlah mempunyai seorang sahabat yang senantiasa memahami, yang selalu berada disisi kita sewaktu kita memerlukannya. Dia mendengar keluhan kita, segala rasa kecewa dan ketakutan. Harapan dan impian juga kita tuangkan, dia memberi jalan sebagai acuan penyelesaian masalah. Namun, sepertinya kita terlalu asyik menceritakan tentang…

Ada Apa Disana…?

Gambar
Dunia ini menghempaskan aroma yang beraneka rasa…. Membuat perasa merasakan berjuta rasa dalam kehidupan. Merasakan hembusan itu kan membuat kau sulit tuk tinggalkan. Dan akhirnya kau kan lupa…. Ada apa disana…..???
Terjatuh dalam memungkinkan bangkit kembali… Bias terlena menjangkiti diri, apa mudah untuk sadar… Tentang semua rasa yang akhirnya meninggalkanmu…. mungkinkah pertanyaan itu kan tampak dalam lubukmu Ada apa disana…???

Mungkin akan sulit sadar… Dengan bayang-bayang semu yang mengelabui... Jika engkau cukup bijaksana menatap lurus… Indra mu akan merasakan aroma sejati yang datang tajam.. Dari jauh disana …

Sejuta rasa tak akan mampu membiaskan aroma itu.. Membuatmu sadar dan kau akan siap melangkah. Rasa sabarmu takkan tertahan walau kau berusaha untuk lupa Tak akan sabar untuk menemukan kebahagiaan, pergi Tersenyumlah dan bersiaplah mengetahui hal indah
Ada apa disana….?


By. Fahmi Fadillah  Project Buku Berhujan harap