Selasa, Mei 04, 2010

Keajaiban Di Gaza

Dr Hisam Az Zighah menunjukkan bukti buktiPeluru Israel gagal menembus jantung pejuang Al-Qassam karena terhalang mushaf Al-Quran yang selalu tersimpan di sakunya.

Allah kembali menampakkan kekuasan-Nya (ayaturrahman) melalui sebuah
kejadian ajaib. Peristiwa itu diceritakan oleh beberapa dokter Yordan
yang menjadi relawan di Gaza.

Foto disamping ketika Dr Hisam Az Zighah menunjukkan bukti berupa
sebuah proyektil peluru, mushaf Al-Quran serta buku kumpulan doa-doa,
Hishnul Muslim. Dr Hisam Az Zighah menyatakan hal yang telah ia
saksikan itu di acara Festival Ikatan Dokter Yordan beberapa hari yang
lalu. Di hadapan para wartawan ia menunjukkan bukti berupa sebuah
proyektil peluru, mushaf Al-Quran serta buku kumpulan doa-doa, Hishnul
Muslim.


Cerita bermula dengan datangnya salah seorang pejuang yang
menderita luka di rumah sakit As Syifa', lalu dokter tersebut melakukan
pemeriksaan. Akan tetapi ketika proses pemeriksaan medis dilakukan,
dokter itu dikejutkan dengan sepotong proyektil peluru yang ia temukan
bersarang di saku pejuang tersebut.

Timah panas itu gagal menembus jantung pejuang itu, karena terhalang
oleh sebuah buku doa dan mushaf Al-Quran yang selalu berada di saku si
pejuang. Buku kumpulan doa itu berlobang, akan tetapi hanya sampul muka
mushaf yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah
"berantakan".

Demikian, Allah telah menampakkan ayat-ayatnya, melalui para pejuang
yang ikhlas dan taat. Semoga Allah selalu memberi per;indungan kepada
hamba-hamba- Nya yang membela agamanya. [hidayatullah.com]

Pasukan ALLAH di Gaza


Para mujahidin menceritakan munculnya”pasukan lain” berseragam putih saat perang Al-Furqan berlangsung. Siapa mereka?
Hidayatullah.com—Serangan 22 hari oleh tentara Israel ke Jalur Gaza masih menyisahkan cerita-cerita menakjubkan. Sebagian orang menilai, itulah ayaturrahman (tanda-tanda kebesaran Allah) di bumi Jihad, Jalur Gaza.
Situs berbahasa Arab, www.islammessage.com, menulis, bahwa seorang mujahidin Al-Qassam menyebutkan bahwa ada sebuah rumah milik keluarga Dardunah, yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais tepatnya di jalan Al Qaram.
Pasukan Israel mendatangi rumah ini, seluruh anggota keluarga diperintahkan untuk duduk di sebuah ruangan, salah satu anak laki-laki diinterogasi, mengenai ciri-ciri para pejuang Al-Qassam.
Laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang Al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam.Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga pingsan, dan itu terjadi berturut-turut selama tiga hari. Setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang Al-Qassam memakai seragam hitam.

Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Seorang warga Palestina, dalam multaqalqasami.com, juga memiliki kisah lain, mengenai “pasukan putih” ini.
Ia mengaku, awalnya, ada seorang sopir ambulan yang dihentikan oleh pasukan Israel dan ditanya, apakah dia dari kelompok Hamas atau dari Fatah? Dan sopir malang itu menjawab. “Saya bukan kelompok mana-mana, saya cuma sopir ambulan”, jawabnya.
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya. “Pasukan yang berpakaian putih-putih di belakangmu tadi, masuk kelompok mana?”. Si sopir pun kebingungan, karena ia merasa tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu”, adalah satu-satunya jawaban yang dimiliki si sopir.
Jadi, siapa pasukan berseragam putih-putih yang senantiasa “menghantui” pasukan Zionis-Israel itu?
Written by usamah
Last Updated on Monday, 09 February 2009 16:16

posted By Luppiespy.blogspot.com